Pembuatan Aquaponik Sebagai Bahan Ajar Bagi Anggota Pramuka SMKN 1 Bondowoso

Perkembangan yang pesat di perkotaan semakin mempersempit lahan pertanian yang ada. Pembangunan perekonomian dan perluasan pemukiman yang kian melesat juga menyebabkan alih fungsi lahan di perkotaan. Hal ini menjadikan lahan pertanian berkurang akibat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.

Dengan semakin menyempitnya potensi lahan di perkotaan yang bisa dimanfaatkan, maka pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu opsi yang bisa dipilih  untuk mendukung  pembangunan pertanian di perkotaan. Pemanfaatan pekarangan kemudian sangat erat kaitannya dengan usaha mencapai ketahanan pangan masyarakat yang dimulai dari skala yang paling kecil, yaitu skala rumah tangga. Salah satu cara yang bisa digunakan dalam pemanfaatan pekarangan adalah teknologi budidaya tanaman dengan metode  aquaponik.

Aquaponik merupakan sebuah alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikannya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan.

Gerakan Pramuka SMK Negeri 1 Bondowoso (Grasmakensa) melakukan pembuatan aquaponik dan tebar bibit lele di selokan sekolah agar tidak menimbulkan jentik-jentik/ nyamuk. Dengan siklus ini akan terjadi siklus saling menguntungkan dan bagi kita yang  mengaplikasikanya tentu saja akan sangat menguntungkan sekali, karena lahan yang dipakai tidak akan terlalu luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *